Langsung ke konten
Semua jurnal

Podcast Bumijawa Berbudi #1 : Bisane kudu Mas Budi?

Podcast Bumijawa Berbudi #1 : Bisane kudu Mas Budi?

Mengapa Harus Mas Budi? Mengulik Visi Transparansi dan Kemanusiaan Calon Pemimpin Desa Bumijawa Bersama Agus Wildan

Menjelang pemilihan kepala desa (Pilihan Lurah) di Desa Bumijawa yang mulai menjadi perbincangan hangat masyarakat [00:16], satu nama mulai mencuat dan mendapat sorotan positif: Mas Budi [01:07]. Dalam episode perdana Podcast Bumijawa Berbudi, Ketua Relawan dan Tim Pemenangan Mas Budi, Agus Wildan, membagikan pandangan mendalam mengenai alasan di balik pengusungan Mas Budi serta terobosan program yang disiapkan untuk kemajuan Desa Bumijawa [00:39, 01:17].

Kriteria Pemimpin yang Dibutuhkan Bumijawa

Menurut Mas Wildan, Desa Bumijawa saat ini membutuhkan figur pemimpin yang memenuhi tiga kriteria utama:

  1. Memiliki Integritas Tinggi: Sosok yang dapat dipercaya dalam mengemban amanah [02:11].
  2. Diterima oleh Semua Kalangan: Pemimpin yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat dan kepemudaan [02:30, 19:24].
  3. Berjiwa Sosial dan Kemanusiaan yang Kuat: Di tengah fenomena memudarnya rasa kemanusiaan di zaman sekarang, dibutuhkan pemimpin yang peka dan peduli terhadap sesama [02:46].

Mengenal Sosok "Mas Budi" (Edi Purwanto)

Mas Wildan mengklarifikasi bahwa nama asli Mas Budi adalah Edi Purwanto [03:22]. Beliau lahir dari seorang ibu yang sangat berjasa di Bumijawa, yakni Ibu Supartini (Bu Tin), seorang pendidik Taman Kanak-Kanak (TK) yang mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk mendidik putra-putri warga Desa Bumijawa [03:43, 04:05].

Beberapa rekam jejak yang membuat Mas Budi dinilai layak memimpin antara lain:

  • Pengalaman Pemerintahan: Mas Budi telah lama membersamai beberapa kepala desa sebelumnya di Bumijawa, sehingga ia memahami betul peta permasalahan desa sekaligus cara mencari solusinya [04:21, 05:00].
  • Uji Kemanusiaan di Lapangan: Beliau aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan seperti PMI, penanganan bencana, membantu warga yang rumahnya hampir roboh, hingga terjun langsung dalam misi evakuasi korban tenggelam di Curug Luhur (Kaligung) [05:26, 05:43, 06:09].
  • Motor Penggerak: Di lingkungan keluarga maupun masyarakat, Mas Budi dikenal sebagai panutan yang mampu menggerakkan semangat orang banyak [06:38, 07:01].

Berangkat dari Dorongan Masyarakat dan Restu Keluarga

Pencalonan Mas Budi bukanlah ambisi pribadi semata, melainkan atas dorongan kuat dari komunitas masyarakat, khususnya di wilayah Bandarsari, setelah melihat belum adanya figur lain yang bersedia maju [07:21, 07:56]. Proses menuju pencalonan ini pun ditempuh dengan penuh kehati-hatian melalui komitmen niat baik serta memohon restu secara perlahan kepada sesepuh keluarga, termasuk Ibu Hajah Sringawiyat selaku orang tua yang dituakan [08:23, 09:17].

Komitmen "Pertaruhan Akhirat" Seorang Agus Wildan

Hal menarik dalam perbincangan ini adalah latar belakang Mas Wildan sendiri. Selama ini, ia dikenal aktif di kegiatan keagamaan dan majelis taklim, serta sama sekali tidak tertarik pada politik praktis [10:54, 13:10]. Namun, ia memutuskan terjun mendukung kakaknya karena menyadari bahwa ketidakpedulian terhadap politik justru dapat membuka peluang terjadinya ketidakadilan [12:47].

Sebelum bergerak, Mas Wildan membuat komitmen tegas bersama Mas Budi bahwa langkah ini adalah pertaruhan dunia dan akhirat [15:02, 15:16]. Mas Budi pun berjanji di hadapan keluarga dan rekan-rekan untuk menjaga amanah dan kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya [15:36].

Terobosan Program: Digitalisasi dan Transparansi Desa

Agar janji integritas selama masa jabatan 8 tahun tidak sekadar menjadi kata-kata manis, tim Mas Budi telah merumuskan sistem pengawasan berbasis teknologi informasi (IT) yang dapat diakses langsung oleh seluruh warga [16:00, 19:53]:

  • Website Resmi Pengawasan Desa & APBDes Terbuka: Tim telah menyiapkan domain dan website yang nantinya akan diserahkan menjadi milik desa jika Mas Budi terpilih [16:17]. Melalui website ini, anggaran desa (APBDes) dan Pendapatan Asli Desa (PADes) akan dibuka secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi, sehingga warga bisa memantau langsung penggunaan dana desa [16:41, 18:29, 20:46].
  • Program "Wadul Lurahe": Fitur layanan pengaduan di dalam website di mana masyarakat dapat menyampaikan keluhan apa saja secara langsung [16:57]. Keluhan terbanyak akan dijadikan skala prioritas untuk segera dicarikan solusinya [17:07].
  • Reformasi Tata Kelola Pajak (PBB): Menjawab permasalahan warga yang kerap mendapati tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) muncul kembali di tahun berikutnya meski sudah membayar [20:59, 21:11]. Tim berkomitmen membenahi sistem pengelolaan pajak dan mengedukasi masyarakat mengenai akses pengecekan status pembayaran pajak secara daring agar uang yang dibayarkan warga terjamin masuk ke kas negara/daerah [21:45, 22:01].

Melalui perpaduan figur yang dekat dengan rakyat dan sistem pengawasan modern yang transparan, kehadiran Mas Budi diharapkan mampu membawa perubahan positif serta inovasi digital bagi kemajuan Desa Bumijawa [22:27].

Suka ceritanya? Bagikan ke grup WA.

Bagikan ke WhatsApp

Jurnal lainnya